Buku terbaik karya Alexandre Dumas
Digambarkan oleh rekannya dari Inggris, Watts Philips, sebagai orang paling berjiwa besar yang pernah ditemuinya, Alexandre Dumas Davy de la Pailleterie adalah penulis Prancis yang terkenal dengan novel-novel sejarah dan kisah petualangan. Beberapa karya terkenalnya meliputi The Count of Monte Cristo, The Three Musketeers, dan Twenty Years After. Bersama Victor Hugo, ia dianggap sebagai salah satu penulis Prancis terbesar, dan karyanya diterjemahkan ke lebih dari 100 bahasa. Pada tahun 2002, atas perintah Presiden Prancis Jacques Chirac, jenazah Dumas dipindahkan dari Puys ke Pantheon, tempat peristirahatan tokoh penting Prancis. Kebanyakan karyanya kini tersedia dalam format buku audio, termasuk beberapa di Speechify. Maka dari itu, mari kami perkenalkan Dumas dan karyanya lewat ringkasan beberapa novelnya yang paling berpengaruh di bawah ini.
Sekilas kehidupan Alexandre Dumas Père — penulis dan dramawan Prancis
Ayah Dumas, Thomas-Alexandre Dumas Davy de la Pailleterie, adalah anak dari seorang général commissaire dan Marquis Alexandre Antoine Davy de la Pailleterie serta budak kulit hitam bernama Marie-Cessette Dumas yang lahir di koloni Saint-Domingue—sekarang Haiti. Ia kemudian pindah ke Prancis untuk masuk sekolah militer, lalu menjadi jenderal ternama. Ia menikah dengan Marie-Louise dan memiliki tiga anak, di mana Alexandre adalah anak bungsu. Alexandre lahir pada 1802 di Villers-Cotterets, Aisne, Prancis. Sejak muda, ia bekerja untuk Duke d'Orléans (yang kemudian menjadi Raja Louis-Philippe), menulis drama dan artikel majalah. Namun setelah Louis-Napoleon Bonaparte naik takhta, ia melarikan diri dari Paris ke Belgia lalu Italia dan Rusia. Selama kariernya, Dumas bekerja dengan banyak asisten, terutama Auguste Maquet. Bersama Maquet, ia menulis novel Georges, yang jadi inspirasi untuk karyanya selanjutnya The Count of Monte Cristo. Sayangnya bagi Maquet, jasanya kurang diakui dan ia menggugat Dumas. Berkat kesuksesan buku tersebut, Dumas memperoleh banyak uang hingga membangun rumah pedesaannya sendiri, Château de Monte-Cristo. Ia dikenal memiliki banyak kekasih dan beberapa anak di luar nikah walau tetap menikah dengan Ida Ferrier. Ia kerap disebut Dumas père untuk membedakan dengan anaknya, Alexandre Dumas fils.
Beberapa buku sejarah terbaik karya Dumas
Seperti disebutkan, Dumas adalah salah satu penulis Prancis terhebat, tak hanya dalam roman, tapi sepanjang masa. Karyanya di fiksi sejarah, drama, dan nonfiksi berjumlah puluhan judul. Ia juga menulis banyak novel romansa, seperti Valois Romances dengan tokoh François, Henry II, Marguerite, dan François II. Banyak karya Dumas dikumpulkan dalam buku kompilasi seperti Alexandre Dumas oleh Jean de Lamaze. Di sini, kami bahas empat novel sejarah terkenalnya.
The Three Musketeers (1844)
Awalnya berjudul dalam bahasa Prancis Les Trois Mousquetaires, The Three Musketeers mengisahkan heroisme D’Artagnan yang ingin bergabung dengan pasukan elit raja—para musketeer—yakni Athos, Porthos, dan Aramis. Setelah berteman dengan mereka, ia dan trio itu pun berjuang demi keadilan dalam urusan negara dan kerajaan. Buku ini adalah bagian awal dari D’Artagnan Romances, yang meliputi sekuel Twenty Years After (Vingt Ans apres) dan Ten Years Later (Le Vicomte de Bragelonne ou Dix ans plus tard). Menariknya, buku ini terbit sebelum Revolusi Prancis Kedua, saat ketegangan antara monarki dan republik sedang memuncak. Anda dapat mendengarkan The Three Musketeers dan Twenty Years After dalam format buku audio di Speechify.
The Count of Monte Cristo (1844-1845)
Bersama The Three Musketeers, The Count of Monte Cristo adalah salah satu novel Dumas yang paling terkenal. Kisah ini menceritakan balas dendam Dantes yang difitnah lalu dipenjara, hingga ia mengetahui adanya harta karun di Pulau Monte Cristo. Setelah pelarian yang menegangkan (takkan kami bocorkan), Dantes menemukan harta itu dan mulai menuntut balas pada para penjebaknya. The Count of Monte Cristo tersedia sebagai buku audio di Speechify.
The Man in the Iron Mask (1850)
The Man in the Iron Mask melanjutkan kisah D’Artagnan dan para musketeer. Setelah insiden tragis, Athos mengajak dua musketeer lain membujuk D’Artagnan untuk ikut mereka berupaya menempatkan saudara Raja Louis XIV di takhta. Saudara raja itu dikabarkan dipenjara dengan topeng besi di wajahnya, sehingga lahirlah judul novel ini. Seperti tiga mahakarya Dumas lainnya, The Man in the Iron Mask tersedia dalam format buku audio di Speechify.
The Black Tulip (1850)
The Black Tulip adalah novel Dumas lain yang layak dibahas. Di sini, Dumas menulis tentang Cornelius von Baerle dan ambisinya menciptakan tulip hitam demi meraih hadiah besar. Namun, saat ayah baptisnya dibunuh, sang tokoh utama justru terseret dalam intrik politik mematikan. Seperti tiga karya Dumas sebelumnya, The Black Tulip tersedia sebagai buku audio dalam koleksi Speechify yang terus berkembang.
Pengaruh Dumas pada film, TV, dan teater
Meski jarang dibahas, pengaruh Dumas pada film, TV, dan teater sangat besar. Hampir semua karya Dumas diadaptasi ke tiga media tersebut. Misalnya, La Reine Margot (Marguerite de Valois: An Historical Romance) punya empat film adaptasi, dimulai dari tahun 1910. Alasan karya Dumas begitu populer bisa dibahas sepanjang hari, tapi menurut kami cukup sederhana: novel-novelnya penuh inspirasi dan cerita yang kuat, sehingga terus diceritakan ulang lintas generasi. Berikut sejumlah karya Dumas yang diadaptasi ke film, TV, atau teater:
- The Three Musketeers
- The Man in the Iron Mask
- The Count of Monte Cristo
- Le Chevalier de Sainte-Hermine
- The Marie Antoinette Romance seri
- The Vicomte de Bragelonne—Ten Years Later
Dengarkan buku Alexandre Dumas di Speechify Audiobooks
Jika Anda gemar baca buku sekaligus suka mendengarkan audio, Speechify pas untuk Anda. Ada lebih dari 60.000 buku audio, termasuk karya-karya Alexandre Dumas. Cukup berlangganan dan dapatkan satu buku audio pertama hanya Rp15.000.
FAQ
Siapa jenderal kulit hitam pertama di tentara Prancis?
Thomas-Alexandre Dumas adalah jenderal Prancis pertama berkulit berwarna. Ia merupakan ayah dari Alexandre Dumas sang penulis.

