Buku terbaik karya John Green
Kalau kamu lagi mencari audiobook remaja yang seru, coba deh baca karya John Green. John Green adalah penulis banyak The New York Times bestseller, dikenal dengan cerita yang emosional, karakter yang terasa nyata, dan tema-tema mendalam.
Di sini, kita akan membahas buku-buku terbaik John Green dan apa yang membuatnya istimewa. Novel-novel ini sudah dicintai banyak pembaca dan pendengar, jadi kamu bisa segera menemukan favorit barumu dari daftar ini.
Siapa John Green?
John Green adalah penulis New York Times bestseller, kreator YouTube , podcaster, dan filantropis. Bukunya terjual lebih dari 50 juta kopi dan diterjemahkan ke lebih dari 55 bahasa.
John Green menulis sembilan buku, tujuh di antaranya solo. Untuk Let It Snow: Three Holiday Romances, ia bekerja sama dengan Maureen Johnson dan Lauren Myracle, sedangkan Will Grayson, Will Grayson ditulis bareng David Levithan.
Beberapa bukunya sudah diadaptasi jadi film dan serial TV. The Fault in Our Stars dan Paper Town sukses besar sebagai film. Looking for Alaska dan Let It Snow diangkat jadi serial TV terbatas di platform streaming.
Ini dia beberapa fakta menarik tentang sang penulis:
- Tahun 2006, John Green memenangkan Michael L. Printz Award untuk Looking for Alaska, novel debutnya.
- 2007, ia bikin channel YouTube, Vlogbrothers, bareng Hank. Channel ini sudah ditonton hampir satu miliar kali.
- 2011, ia meluncurkan channel edukasi YouTube bernama Crash Course yang menawarkan pelajaran sejarah, fisika, biologi, dan banyak lagi.
- 2014, ia masuk daftar 100 orang paling berpengaruh di dunia versi TIME mag.
Buku John Green terbaik
Dengan cerita yang kuat dan pesan yang mengena, John Green jadi salah satu figur favorit di dunia literasi. Cek buku-buku terbaiknya buat tahu kenapa karya dia begitu bikin nagih.
Looking for Alaska
Miles "Pudge" Halter terobsesi pada kata-kata terakhir tokoh terkenal dan mencari "the Great Perhaps" seperti yang dijanjikan Francois Rabelais. Tapi hidupnya sejauh ini lebih mirip "Great Nothing."
Semuanya berubah total saat ia masuk Culver Creek Boarding School. Di sana, ia bertemu Alaska Young yang unik dan penuh energi, yang membuka pintu ke dunia yang sangat berbeda dari hidupnya yang datar.
The Fault in Our Stars
Hazel Lancaster dan Augustus Waters adalah remaja. Mereka cerdas, jenaka, penuh hidup—dan keduanya sakit parah. Hazel sudah pasrah dengan kondisinya sampai kehadiran Augustus mengubah segalanya.
An Abundance of Katherines
Dalam urusan cinta, Colin Singleton cuma punya satu syarat: ceweknya harus bernama Katherine. Setelah diputus Katherine ke-19, sahabatnya mengajaknya road trip. Colin setuju, berharap bisa menemukan arah hidup sekaligus menyalurkan kecerdasannya ke dunia kuliah.
Paper Towns
Quentin "Q" Jacobsen, 18 tahun, cuma yakin satu hal: ia sudah lama jatuh cinta pada Margo Roth Spiegelman. Saat Margo menghilang, Q nekat mencarinya. Mengikuti jejak petualangan Margo, ia dan teman-temannya berusaha menemukannya sebelum sesuatu yang buruk terjadi.
Turtles All the Way Down
Miliarder Russell Pickett hilang tanpa jejak. Sebenarnya ini nggak ada hubungannya dengan Aza Holmes (16), kecuali iming-iming hadiah $100.000. Bersama Daisy, ia memulai petualangan penuh risiko. Selain menyelidiki, Aza juga harus menghadapi OCD yang makin parah dan persahabatannya dengan Daisy yang mulai renggang.
Will Grayson, Will Grayson
Sekilas, Will Grayson dan Will Grayson sama sekali nggak punya kesamaan, selain nama. Tapi saat mereka tanpa sengaja bertemu di Chicago, hidup mereka saling bersilangan. Lewat proyek musikal sekolah, kisah cinta yang jauh lebih besar pun mulai terjalin.
Let it Snow: Three Holiday Romances
Di malam Natal, Gracetown diterjang badai salju terburuk dalam 50 tahun terakhir. Bersama turunnya salju, cinta juga datang menghampiri tiga remaja dengan cara yang sama sekali tak mereka duga.
The Anthropocene Reviewed
Berbeda dari novel remaja, kali ini John Green mengulas zaman geologi sekarang—Anthropocene—dalam sebuah buku nonfiksi. Buku ini berisi esai-esai pribadi yang diadaptasi dari podcast dengan judul sama.
Nikmati fiksi remaja lewat audiobook Speechify
Kalau kamu ingin menikmati audiobook remaja dengan praktis, coba Speechify. Platform audiobook ini punya koleksi besar yang tertata rapi, jadi kamu gampang menemukan bacaan favoritmu. Dengan antarmuka dan aplikasi yang ramah pengguna, kamu bisa mendengarkan kapan saja.
Berbekal fitur-fitur kece seperti sleep timer, speed control, dan navigasi bab, kamu bisa mengatur pengalaman dengar sesuai selera.
Coba Speechify hari ini gratis dan dapatkan audiobook premium tanpa biaya.
FAQ
Urutan yang pas buat baca buku John Green apa?
Semua buku John Green berdiri sendiri. Jadi, kamu bebas baca dalam urutan apa pun. Tapi banyak anggota Goodreads menyarankan mulai dari The Fault in Our Star untuk kenalan sama gaya tulisannya. Setelah itu, bisa lanjut baca sesuai urutan terbit.
John Green terkenal karena apa?
Banyak karya John Green masuk daftar New York Times bestseller, tapi ia paling dikenal lewat The Fault in Our Stars. Adaptasi filmnya sangat sukses, baik secara komersial maupun kritis.
Usia berapa Paper Towns cocok dibaca?
Paper Towns, novel coming-of-age karya John Green, ditujukan untuk pembaca remaja usia 14 tahun ke atas.
Buku favorit John Green?
John Green punya beberapa buku favorit, misalnya Bossypants karya Tina Fey dan Regarding the Pain of Others karya Susan Sontag.

