1. Beranda
  2. Studio Video
  3. Cara Meningkatkan Aksesibilitas dengan Teks Tertutup
Dipublikasikan pada Studio Video

Cara Meningkatkan Aksesibilitas dengan Teks Tertutup

Cliff Weitzman

Cliff Weitzman

CEO/Pendiri Speechify

#1 Generator Voice Over AI.
Buat rekaman suara seperti manusia
secara real time.

apple logoApple Design Award 2025
50J+ pengguna

Apakah Closed Captioning Fitur Aksesibilitas?

Closed captioning, yaitu proses menampilkan teks di layar yang selaras dengan audio video, memang merupakan fitur aksesibilitas. Dengan memberi alternatif teks untuk efek suara dan percakapan, fitur ini membantu individu tuli atau yang memiliki gangguan pendengaran, sejalan dengan panduan aksesibilitas seperti WCAG.

Apakah Closed Captioning Termasuk Teknologi Bantu?

Closed captioning adalah teknologi bantu yang memungkinkan individu tuli mengakses konten video. Fitur ini menjadi alat penting untuk aksesibilitas, terutama di media sosial dan video edukasi.

Bagaimana Saya Dapat Meningkatkan Closed Captioning?

Meningkatkan closed captioning berarti memperbaiki akurasi, ketepatan waktu, dan keterbacaan. Gunakan layanan caption berkualitas, teknologi pengenalan suara, serta lakukan penyuntingan manual agar caption makin baik.

Bisakah Screen Reader Membaca Closed Caption?

Screen reader membaca file teks dan konten digital, tetapi biasanya tidak membaca closed caption yang disinkronkan dengan video. Platform video bertanggung jawab menyediakan alat aksesibilitas yang mendukung caption.

Apa Manfaat Closed Captioning?

Closed captioning menawarkan beragam manfaat, di antaranya:

  • Aksesibilitas: Memungkinkan orang dengan gangguan pendengaran menikmati video.
  • Manfaat SEO: Mesin pencari dapat mengindeks caption, sehingga menambah visibilitas video.
  • Pengalaman Pengguna: Meningkatkan keterlibatan penonton, bahkan bagi yang tidak memiliki masalah pendengaran.
  • Kepatuhan: Membantu memenuhi standar hukum seperti Americans with Disabilities Act (ADA).

Apakah Closed Captioning Juga Disebut Subtitle?

Meski sering dianggap sama, closed caption dan subtitle punya fungsi berbeda. Subtitle menerjemahkan audio, sedangkan closed caption menyalin semua audio dan efek suara untuk mendukung individu tuli.

Apa Perbedaan Open dan Closed Caption?

Open caption selalu muncul dan tidak bisa dimatikan, sedangkan closed caption bisa diaktifkan atau dinonaktifkan oleh penonton. Closed caption lebih fleksibel dan selaras dengan standar aksesibilitas web.

Bisakah Saya Menambahkan Closed Captioning di Video YouTube?

Ya, menambahkan closed caption di YouTube sangat mudah. Anda bisa mengunggah file SRT, memakai caption otomatis YouTube, atau menggunakan layanan caption untuk mentranskrip audio.

Siapa yang Bertanggung Jawab Menyediakan Closed Caption?

Pembuat konten, institusi pendidikan, platform video, dan layanan media sosial bertanggung jawab menyediakan closed caption. Kepatuhan pada standar aksesibilitas digital ini menunjang pengalaman pengguna yang lebih inklusif.

8 Software atau Aplikasi Terbaik untuk Closed Captioning:

  1. Rev: Jasa caption profesional, mengutamakan transkrip yang cepat dan akurat.
  2. Amara: Sangat cocok untuk institusi pendidikan, dengan kualitas caption yang tinggi.
  3. Subtitle Edit: Alat gratis untuk mengedit caption dengan mudah.
  4. Kapwing: Tools media sosial populer untuk caption real-time.
  5. Magpie: Solusi aksesibilitas video yang mengacu pada WCAG.
  6. Descript: Menggunakan pengenalan suara otomatis dan fitur edit manual.
  7. LinkedIn Video Captions: Alat khusus LinkedIn untuk membuat caption di platform tersebut.
  8. Adobe Premiere Pro: Software editing video profesional dengan fitur caption yang lengkap.

Dengan menerapkan closed caption, kreator dan platform dapat membuat video lebih mudah diakses, meningkatkan pengalaman menonton, sekaligus mematuhi regulasi aksesibilitas. Baik dalam bahasa Inggris maupun bahasa lain, subtitle dan teks di layar punya peran yang sangat penting.

Hasilkan voice over, dubbing, dan cloning dengan 1.000+ suara dalam 100+ bahasa

Coba gratis
studio banner faces

Bagikan artikel ini

Cliff Weitzman

Cliff Weitzman

CEO/Pendiri Speechify

Cliff Weitzman adalah advokat disleksia, sekaligus CEO dan pendiri Speechify, aplikasi text-to-speech nomor 1 di dunia dengan lebih dari 100.000 ulasan bintang 5 dan peringkat pertama di App Store untuk kategori Berita & Majalah. Pada tahun 2017, Weitzman masuk daftar Forbes 30 Under 30 berkat upayanya membuat internet lebih mudah diakses bagi penyandang disabilitas belajar. Cliff juga pernah tampil di EdSurge, Inc., PC Mag, Entrepreneur, Mashable, dan berbagai media terkemuka lainnya.

speechify logo

Tentang Speechify

#1 Pembaca Teks ke Ucapan

Speechify adalah platform teks ke ucapan terkemuka di dunia, dipercaya oleh lebih dari 50 juta pengguna dan didukung oleh lebih dari 500.000 ulasan bintang lima di berbagai aplikasi teks ke ucapan iOS, Android, Ekstensi Chrome, aplikasi web, dan desktop Mac. Pada tahun 2025, Apple memberikan Speechify penghargaan terhormat Apple Design Award di WWDC, menyebutnya sebagai “sumber penting yang membantu orang menjalani hidup mereka.” Speechify menawarkan 1.000+ suara alami dalam 60+ bahasa dan digunakan di hampir 200 negara. Suara selebriti termasuk Snoop Dogg dan Gwyneth Paltrow. Untuk kreator dan bisnis, Speechify Studio menyediakan alat canggih, termasuk AI Voice Generator, AI Voice Cloning, AI Dubbing, dan AI Voice Changer. Speechify juga menyokong produk-produk terkemuka dengan API teks ke ucapan berkualitas tinggi dan hemat biaya. Telah diliput di The Wall Street Journal, CNBC, Forbes, TechCrunch, dan banyak media besar lainnya, Speechify adalah penyedia teks ke ucapan terbesar di dunia. Kunjungi speechify.com/news, speechify.com/blog, dan speechify.com/press untuk informasi lebih lanjut.