Disleksia sering digambarkan sebagai gangguan belajar karena berdampak negatif pada kemampuan mengeja, membaca, dan bahkan berbicara. Dalam kasus serius, disleksia dapat memengaruhi kesehatan mental secara luas.
Gangguan belajar seperti disleksia dan ADHD bisa menyebabkan masalah harga diri, terutama pada anak dan remaja dengan disleksia. Jika kebutuhan khusus mereka tidak terpenuhi, individu dengan disleksia bisa mengalami gangguan kecemasan yang memengaruhi kualitas hidup.
Bagaimana disleksia terkait dengan kecemasan?
Membaca adalah kemampuan penting dalam hidup yang membantu kita menjalani kehidupan modern. Untuk anak dengan kesulitan belajar, membaca biasanya jadi aktivitas yang penuh tekanan. Walau disleksia tidak memengaruhi kecerdasan atau kreativitas secara umum, pelajar dengan disleksia sering merasa tertinggal. Tantangan ini meningkatkan kecemasan dan menurunkan citra serta kepercayaan diri. Kecemasan memang bukan selalu gejala disleksia, tapi orang dengan kesulitan belajar sering berjuang menghadapi gangguan kecemasan. Anak yang tidak memahami perbedaan cara belajarnya merasa tidak puas dengan prestasi sekolah dan bisa bertahun-tahun meragukan diri sendiri. Seiring waktu, sekolah bukan lagi satu-satunya masalah. Aktivitas sosial harian juga banyak melibatkan membaca. Membaca kartu ulang tahun, buku, selebaran, atau struk tampak sederhana, tapi tidak selalu mudah bagi orang dengan disleksia. Tanpa dukungan yang cukup, mereka kehilangan kepercayaan diri dan merasa rendah diri. Kecemasan hanya satu dari banyak masalah emosional pada anak dengan disleksia. Kondisi ini juga terkait stres. Stres tidak selalu buruk. Ini adalah cara otak memberi peringatan terhadap ancaman psikologis atau fisik. Kita jadi masuk mode "lawan atau lari". Artinya, kita akan menghadapi masalah atau menghindar. Jika percaya diri, kita akan cari solusi terbaik. Tapi rasa cemas dan tidak berdaya akibat disleksia membuat orang merasa tidak punya kendali. Dalam psikiatri, ini disebut hubungan disleksia-stres-kecemasan.
Tanda-tanda kecemasan yang perlu diwaspadai
Setiap jenis gangguan kecemasan punya gejala berbeda yang bisa menghambat aktivitas sehari-hari. Gejala paling umum generalized anxiety disorder (GAD) antara lain:
- Mudah lelah
- Gelisah
- Periode hiperaktif
- Sulit konsentrasi
- Keluhan fisik seperti sakit kepala dan sakit perut
- Tidur kurang berkualitas
Anak dengan disleksia dan kecemasan tinggi berisiko mengalami gangguan panik. Tanda serangan panik meliputi:
- Merasa kehilangan kendali
- Perasaan sangat tidak nyaman atau takut
- Nyeri dada
- Jantung berdebar
Penderita gangguan panik akan menghindari situasi yang menimbulkan stres demi mencegah serangan panik. Untuk anak disleksia, mereka biasanya menghindari tugas membaca. Kondisi lain yang mungkin dialami penyandang disleksia adalah gangguan kecemasan sosial. Gejala sosial ini termasuk:
- Takut dinilai orang lain
- Menghindari situasi sosial
- Gemetar atau berkeringat
- Sakit perut
- Sangat sadar diri
Faktor genetik berperan dalam berkembangnya gangguan kecemasan. Namun, faktor lingkungan juga sama pentingnya. Orang dengan disleksia berisiko lebih tinggi mengalami kecemasan karena:
- Rasa malu dan gugup saat kecil
- Harga diri rendah
- Sering terpapar situasi penuh tekanan
Meski belum ada obat untuk gangguan belajar seperti disleksia, bantuan profesional sangat penting untuk mengurangi stres dan mengelola gejala kecemasan.
Strategi mengatasi kecemasan
Kecemasan bisa terasa sangat berat dan orang kadang merasa tidak ada jalan keluar. Kabar baiknya, ada beberapa strategi efektif untuk memperbaiki citra diri dan menjalani hidup lebih baik. Berikut beberapa tips agar tetap tenang saat stres:
- Fokus pada pernapasan.
- Ingat, pikiran negatifmu tidak selalu benar.
- Coba aromaterapi dan temukan aroma yang menenangkan pikiran.
- Jalan sebentar atau lakukan yoga 15 menit.
Coba juga metode jangka panjang untuk menjaga kesehatan mentalmu secara berkelanjutan. Berikut beberapa strategi jangka panjang yang bermanfaat:
- Menulis jurnal
- Bantuan profesional seperti terapi CBT
- Meditasi
- Pola makan sehat
- Olahraga teratur
Konsultasi ke ahli psikiatri untuk menentukan strategi yang paling sesuai. Untuk penyandang disleksia, gejala kecemasan biasanya berkurang saat mereka punya alat bantu yang tepat. Anak disleksia sebaiknya belajar dengan guru pendidikan khusus yang memahami cara membuat materi lebih mudah dipahami. Mereka juga butuh teknologi pendukung agar dapat mengikuti teman-temannya. Berkat teknologi bantu, banyak penyandang disleksia yang berhasil mengatasi tantangan belajar dan sukses di kemudian hari.
Speechify – memudahkan membaca bagi penyandang disleksia
Aplikasi text to speech (TTS) seperti Speechify membantu penyandang disleksia menikmati membaca. Speechify mudah dipakai & mendukung kebutuhan khusus disleksia, disgrafia, ADHD, dan gangguan belajar lain. Pengguna bisa mendengarkan file PDF, situs web, dokumen, dan teks digital lain. Tersedia sebagai aplikasi Android/iOS dan ekstensi Chrome/Safari. Berikut beberapa alasan Speechify jadi aplikasi andalan penyandang disleksia:
- Fitur highlight untuk membantu fokus
- Mendukung 20+ bahasa, seperti Hindi, Portugis, Spanyol
- Tersedia 30+ suara sesuai selera pribadi
- Membantu meningkatkan kelancaran membaca
- Meningkatkan motivasi
Orang tua dan guru bisa menggunakan program ini untuk menciptakan lingkungan belajar yang minim stres bagi anak. Juga bermanfaat untuk dewasa yang ingin meningkatkan produktivitas kerja. Kenyataannya, untuk disleksia tidak ada solusi yang berlaku untuk semua orang. Penyandang disleksia berhak mendapat alat yang mudah digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Dan Speechify menjawab semua itu. Coba gratis hari ini, nikmati kembali kegiatan membaca, dan jaga kesehatan mentalmu.
FAQ
Apakah disleksia menyebabkan kecemasan?
Disleksia tidak langsung menyebabkan kecemasan, tapi gangguan kecemasan sering muncul sebagai efek samping gangguan belajar.
Apakah disleksia makin parah karena kecemasan?
Kecemasan kronis bisa menghambat penyandang disleksia dalam mengatasi kesulitannya. Tapi bantuan profesional dapat membantu mengelola gejala kecemasan dan disleksia.
Apakah disleksia memengaruhi kesehatan mental?
Disleksia bisa sangat memengaruhi kesehatan mental seseorang dan menurunkan rasa percaya diri.
Apakah penyandang disleksia canggung secara sosial?
Penyandang disleksia kadang canggung secara sosial karena merasa malu dengan kondisinya. Ini biasanya terjadi pada anak yang berusaha menyembunyikan gangguan belajarnya dari teman.

