Di era pemasaran influencer dan media sosial, konsep influencer telah berevolusi, membuka pintu ke dimensi baru yang menarik: AI Influencer. Karakter buatan komputer ini, dikurasi oleh teknologi kecerdasan buatan seperti machine learning dan generative AI, mulai membanjiri Instagram dan TikTok, sekaligus mendefinisikan ulang arti "influencer media sosial."
Bagaimana AI influencer dibuat?
AI influencer dibuat dengan memanfaatkan alat AI dan algoritma machine learning. Desainer menggunakan alat ini untuk membentuk penampilan, perilaku, dan tipe konten dari AI influencer. Mereka dirancang meniru manusia nyata, sering kali dengan tampilan lebih menarik dan kepribadian unik. Beberapa contoh virtual influencer adalah Lil Miquela, influencer 23 tahun dengan lebih dari 3 juta follower Instagram, yang pernah bekerja sama dengan merek ternama seperti Calvin Klein dan Balmain.
Menariknya, Lil Miquela, ciptaan startup LA Brud, bukan sekadar karakter virtual, melainkan versi AI dari orang nyata, yang mengaburkan batas antara identitas digital dan dunia nyata. Contoh lain adalah Shudu, supermodel digital pertama di dunia yang juga sangat populer.
Apakah AI akan menggantikan influencer?
Munculnya AI influencer memang memunculkan pertanyaan apakah mereka akan menggantikan influencer manusia. Saat ini, AI influencer belum sepenuhnya menggantikan manusia, tetapi hadir sebagai alat pemasaran inovatif tambahan. AI influencer punya keunggulan seperti bisa otomatis menghasilkan konten dan tidak pernah lelah atau menua. Namun, mereka masih belum memiliki kedalaman emosi dan kedekatan yang bisa dibangun influencer nyata dengan audiensnya.
Siapakah influencer 23 tahun yang membuat versi AI dirinya sendiri?
Caryn Marjorie. Di usia 23 tahun, Caryn Marjorie rutin memperbarui channel Snapchat-nya. Namun karena tidak mungkin berinteraksi langsung dengan jutaan follower, ia menciptakan solusi dengan membuat replika artificial intelligence (AI) dirinya untuk menjembatani komunikasi.
Kembaran digital ini berinteraksi secara sensual, dan layanannya tersedia dengan tarif $1 per menit.
Bagaimana cara memulai karier influencer? Bagaimana menjadi AI influencer?
- Identifikasi Niche: Tentukan konten yang ingin dibuat, target audiens, dan platform yang akan digunakan.
- Buat Karakter AI: Pakai teknologi AI untuk menciptakan karakter virtual yang unik dan menarik. Python umum dipakai untuk membangun model AI, sedangkan generative AI bisa digunakan membuat visual karakter.
- Kembangkan Strategi Konten: Hasilkan konten AI secara konsisten yang relevan dan menarik agar audiens betah terlibat. Fokus pada tingkat engagement.
- Promosikan Diri: Kolaborasi dengan influencer lain dan cari kemitraan dengan merek. AI influencer seperti Lil Miquela dan Shudu bisa jadi panutan di bidang ini.
Perbedaan AI influencer dan influencer biasa
Meski sama-sama ingin menjangkau audiens dan mempromosikan produk atau ide, cara menjalankannya berbeda. AI influencer adalah entitas virtual yang dijalankan dengan alat AI untuk menghasilkan dan mengotomatiskan konten. Sementara influencer biasa adalah orang nyata yang membuat konten dari pengalaman, pemikiran, dan emosinya sendiri.
AI influencer paling populer
Selain Lil Miquela dan Shudu, AI influencer populer lainnya adalah Bermuda dan Blawko. Mereka membuktikan bahwa integrasi AI dan marketing influencer makin penting di dunia digital.
8 Software/Apps Terbaik untuk Jadi AI Influencer
- DeepArt: Mengubah foto jadi karya seni AI.
- Artbreeder: Membuat gambar dan karakter unik hasil AI.
- Hootsuite: Alat manajemen media sosial yang efisien.
- Runway ML: Akses mudah ke model machine learning buat eksplorasi kreatif.
- ChatGPT: Chatbot AI dari OpenAI untuk bantu bikin konten.
- TensorFlow: Platform machine learning open-source.
- GPT-4 OpenAI: Menyediakan model generatif terlatih untuk konten yang menarik.
- Canva: Untuk membuat visual konten yang berkualitas tinggi.
Menjadi AI influencer itu proses yang rumit tapi sangat menjanjikan. Dibutuhkan pemahaman AI, kemampuan membuat konten menarik, dan pemanfaatan platform media sosial secara strategis. Seiring AI berkembang, AI influencer akan makin mengubah dunia pemasaran influencer. Metaverse baru saja mulai. Jadi yang terdepan dengan merangkul masa depan dari sekarang.

