1. Beranda
  2. Buku
  3. Audiobook terbaik nomor satu A Tale of Two Cities
Dipublikasikan pada Buku

Audiobook terbaik nomor satu A Tale of Two Cities

Cliff Weitzman

Cliff Weitzman

CEO/Pendiri Speechify

apple logoApple Design Award 2025
50J+ pengguna

Audiobook A Tale of Two Cities terbaik nomor satu

A Tale of Two Cities adalah kisah epik tentang Revolusi Prancis. Berlatar di London dan Paris, sesuai namanya, novel ini mungkin merupakan mahakarya Charles Dickens.

Meski berangkat dari peristiwa politik, ceritanya tetap anti-politik. Dickens lebih menonjolkan tema tirani kaum aristokrat dan ekses revolusi. Di pusat cerita ada tiga tokoh utama: Sydney Carton, Charles Darnay, dan Lucie Manette.

Ini adalah karya fiksi sejarah luar biasa yang membawa pembaca ke Bastille dan kengerian di Prancis pada masa paling kacau. Novel ini juga menyoroti dampak revolusi di Inggris.

Mungkin kamu sudah pernah membaca kisah ini. Kini, kamu siap menyimaknya dengan cara berbeda. Alih-alih membaca, kamu bisa mendengarkan A Tale of Two Cities dan menikmati kalimat pembuka legendarisnya oleh narator hebat, “It was the best of times, it was the worst of times.”

Di artikel ini, kami mengulas versi audiobook terbaik dari novel sejarah klasik ini.

Ada versi A Tale of Two Cities apa saja?

Ingin mendengar kisah rezim teror yang memicu Revolusi Prancis? Kamu bisa dengarkan Madame Defarge merajut di samping guillotine. Para narator hebat ini menghidupkan A Tale of Two Cities dengan cara berbeda.

Versi Martin Jarvis

Versi Martin Jarvis sangat disukai banyak orang. Jarvis adalah aktor Inggris dengan karier cemerlang, sering jadi pemeran utama di drama-drama Inggris.

Dalam narasinya untuk A Tale of Two Cities, Jarvis menghadirkan gaya dramatis yang membuatnya dikagumi. Vanity Fair menyebutnya “Olivier of audiobooks.”

Jika ini pertama kali kamu mendengarkan kisah legendaris Dickens, Martin Jarvis menyajikan klasik era Victoria ini dengan sangat istimewa. Dia juga membawakan versi Oliver Twist bagi kamu yang ingin menjelajahi karya Dickens lain oleh Jarvis.

Versi Richard Pasco

Sama seperti Martin Jarvis, Richard Pasco adalah aktor Inggris ternama. Menurut Wikipedia, ia dikenal lewat karya panggung dan TV. Meski wafat pada 2014, Pasco sempat merekam A Tale of Two Cities dalam versi yang tak kalah dari Jarvis.

Versi Pasco atas kisah klasik domain publik ini memberi napas baru pada karakter seperti Dr. Manette dan Miss Pross.

Audiobook ini versi lengkap, jadi kamu tak perlu khawatir terbagi jadi beberapa bagian. Nikmati sastra Inggris ini tanpa jeda.

Versi Simon Callow

Aktor Inggris lain, Simon Callow, telah dua kali dinominasikan BAFTA untuk karyanya. Ia juga penulis, sehingga makin memahami karya sastra yang ia bacakan.

Versi Callow tersedia eksklusif di Amazon Audible. Sebagai penulis biografi Dickens, Callow bisa menghayati kisah-kisah sang penulis dengan lebih dalam.

Tak heran ia juga tampil di banyak drama panggung Dickens, termasuk Great Expectations, dan seri mini TV David Copperfield.

Versi LibriVox

Ada lima versi A Tale of Two Cities di LibriVox.

LibriVox adalah aplikasi audiobook yang memungkinkan pemegang kartu perpustakaan di AS meminjam karya klasik. Versi ini dipisah per bab, jadi kamu bisa mendengarkan pelan-pelan.

Setiap versi punya kelebihan. Coba simpan kelima versi ke wishlist-mu supaya kamu bisa menentukan mana yang paling pas.

Versi Simon Vance

Yang membedakan versi Simon Vance dari kisah klasik ini adalah Vance memang narator audiobook profesional. Ia memenangkan beberapa penghargaan, jadi paham betul cara membuat audiobook enak didengar.

Versi A Tale of Two Cities ini tersedia di Audible. Ia juga menarasikan banyak klasik lain, termasuk karya Mark Twain dan novel Dickens terkenal, A Christmas Carol.

Versi Simon Prebble

Bacaan Simon Prebble menonjol berkat kemampuan karakterisasinya. Ia memberi ciri khas pada tiap karakter. Bahkan tokoh-tokoh kecil seperti Jerry Cruncher, Jarvis Lorry, dan Alexandre Manette terasa hidup dengan narasi Prebble.

Majalah AudioFile menyebut kejeniusan Prebble ada pada imajinasinya. Jika kamu ingin versi yang membuatmu serasa langsung berada di toko anggur Defarge, Prebble bisa menghadirkannya lewat penyajiannya.

Dapatkan audiobook A Tale of Two Cities di Speechify

Jika kamu cari audiobook lain untuk menemani versi favorit A Tale of Two Cities, Speechify Audiobooks adalah layanan terbaik untukmu.

Speechify punya koleksi besar dengan lebih dari 60.000 audiobook, tanpa biaya langganan bulanan. Audiobook pertama hanya Rp15.000. Setelah beli, audiobook-mu jadi milikmu selamanya.

Kalau ingin tahu lebih lanjut, cek Speechify Audiobooks hari ini.

FAQ

Apa audiobook yang paling banyak didengarkan?

Sulit memastikan audiobook terpopuler sepanjang masa karena datanya tak tersedia. Namun, How to be an Antiracist karya Ibram X. Kendi saat ini termasuk yang paling sering didengar di Libro.fm.

Apa audiobook terbaik sepanjang masa?

Jawabannya bisa beda-beda dan sering dibahas di podcast. Banyak yang menganggap seri Harry Potter narasi Stephen Fry sebagai yang terbaik.

Apa kalimat pembuka terkenal dari A Tale of Two Cities?

“It was the best of times, it was the worst of times.”

Tahun berapa A Tale of Two Cities diterbitkan?

A Tale of Two Cities pertama kali terbit tahun 1859. Sekarang sudah termasuk domain publik, jadi ada banyak versinya yang bisa kamu jelajahi.

Nikmati suara AI tercanggih, file tanpa batas, dan dukungan 24/7

Coba gratis
tts banner for blog

Bagikan artikel ini

Cliff Weitzman

Cliff Weitzman

CEO/Pendiri Speechify

Cliff Weitzman adalah advokat disleksia, sekaligus CEO dan pendiri Speechify, aplikasi text-to-speech nomor 1 di dunia dengan lebih dari 100.000 ulasan bintang 5 dan peringkat pertama di App Store untuk kategori Berita & Majalah. Pada tahun 2017, Weitzman masuk daftar Forbes 30 Under 30 berkat upayanya membuat internet lebih mudah diakses bagi penyandang disabilitas belajar. Cliff juga pernah tampil di EdSurge, Inc., PC Mag, Entrepreneur, Mashable, dan berbagai media terkemuka lainnya.

speechify logo

Tentang Speechify

#1 Pembaca Teks ke Ucapan

Speechify adalah platform teks ke ucapan terkemuka di dunia, dipercaya oleh lebih dari 50 juta pengguna dan didukung oleh lebih dari 500.000 ulasan bintang lima di berbagai aplikasi teks ke ucapan iOS, Android, Ekstensi Chrome, aplikasi web, dan desktop Mac. Pada tahun 2025, Apple memberikan Speechify penghargaan terhormat Apple Design Award di WWDC, menyebutnya sebagai “sumber penting yang membantu orang menjalani hidup mereka.” Speechify menawarkan 1.000+ suara alami dalam 60+ bahasa dan digunakan di hampir 200 negara. Suara selebriti termasuk Snoop Dogg dan Gwyneth Paltrow. Untuk kreator dan bisnis, Speechify Studio menyediakan alat canggih, termasuk AI Voice Generator, AI Voice Cloning, AI Dubbing, dan AI Voice Changer. Speechify juga menyokong produk-produk terkemuka dengan API teks ke ucapan berkualitas tinggi dan hemat biaya. Telah diliput di The Wall Street Journal, CNBC, Forbes, TechCrunch, dan banyak media besar lainnya, Speechify adalah penyedia teks ke ucapan terbesar di dunia. Kunjungi speechify.com/news, speechify.com/blog, dan speechify.com/press untuk informasi lebih lanjut.