Disleksia adalah gangguan belajar paling umum di dunia. Kondisi ini sering memengaruhi kemampuan membaca dan berbahasa. Peneliti memperkirakan lebih dari 40 juta orang di Amerika Serikat mengalami disleksia, namun hanya sekitar 2 juta yang sudah terdiagnosis. Sekitar 30% dari yang terdiagnosis disleksia juga memiliki ADHD.
Disleksia dialami pria dan wanita dalam porsi yang sama, di semua kelas sosial dan latar etnis. Disleksia tidak memengaruhi IQ. Beberapa orang paling jenius di dunia, termasuk Albert Einstein, juga disleksia.
Setiap pembelajar disleksia itu unik
Tidak bisa menyamaratakan semua pembelajar disleksia. Setiap individu unik. Mereka punya tantangan masing-masing, tergantung faktor neurologis, fisiologis, dan latar belakang mereka.
Tidak semua pembaca yang kesulitan itu disleksia. Ada yang mengalami ADHD, autisme, atau termasuk dalam kategori kebutuhan belajar khusus lainnya.
Ada yang sulit memahami bacaan, ada yang sulit mengingat isi saat membaca. Ada murid yang merasa pelajaran bahasa Inggris sulit, yang lain justru kesulitan dengan matematika.
Jangan hanya melihat disabilitasnya. Lihatlah orangnya. Ingat, di balik disleksia, di balik gangguan belajar, ada manusia yang berpikir dan merasakan. Mereka punya kebutuhan dan keinginan. Sering kali mereka membandingkan diri dengan orang lain, dan jika merasa kurang, mereka bisa putus asa.
Selain menangani disleksia, kita juga harus memperhatikan kebutuhan emosional orang tersebut.
Tantangan Disleksia
Orang dengan disleksia menghadapi banyak tantangan. Membaca dan menulis adalah yang paling umum, tapi mereka juga bisa kesulitan memproses percakapan.
Pemahaman dan retensi bacaan adalah dua tantangan utama, karena otak disleksia sulit mengenali sight words, membedakan kata di halaman, serta sering tertukar huruf/angka. Membaca jadi lambat dan melelahkan.
Penderita disleksia juga sering kesulitan dalam hal organisasi seperti mengenali kata baru, singkatan, menemukan kosakata yang tepat, rute baru ke tempat kerja/sekolah, mengatur waktu, tulisan tak rapi, pengucapan, memahami tata letak gedung, mengisi formulir, kecepatan menulis/membaca, menyelesaikan dokumen asing, hingga membalik urutan huruf/angka.
Tantangan ini bisa berujung pada masalah mental seperti rendah diri, depresi, dan kecemasan. Sering kali murid disleksia dibilang kurang berusaha - padahal tidak - dan akhirnya mereka menarik diri dari teman, keluarga, bahkan sekolah. Mereka memilih menyerah.
Orang dewasa dengan disleksia mudah frustrasi bahkan enggan kuliah, sehingga tidak bisa mencapai potensi maksimal. Dengan dukungan dan bantuan yang tepat, mereka bisa sukses dan berkembang.
Kenapa aplikasi bermanfaat untuk pembelajar disleksia?
Ada berbagai aplikasi menulis, membaca, dan bicara yang sangat membantu pembelajar disleksia. Karena info ada di layar, aplikasi bisa dikembangkan agar menyesuaikan pengguna, dan hadiahnya instan.
Sebagian besar aplikasi dapat disesuaikan dengan kebutuhan unik pengguna. Informasi yang diberikan lebih interaktif, melatih otak, sehingga pikiran tetap aktif dan belajar jadi lebih mudah.
Speechify: Aplikasi andalan pembaca disleksia!
Speechify adalah aplikasi text-to-speech nomor satu yang membantu pembelajar disleksia, ADHD, autisme, dan gangguan belajar lainnya.
Kamu bisa mendengarkan dokumen, file PDF, artikel, email, halaman web, atau apa pun yang ingin dibaca dalam format elektronik, Speechify bisa melakukannya. Dengarkan sambil mengerjakan PR, berkebun, atau aktivitas lain, atau baca bersama fitur highlight untuk meningkatkan pemahaman dan daya ingat.
Apa pun kebutuhan bacamu, Speechify bisa membantu. Kalau masih ragu, berikut beberapa keunggulan aplikasinya.
Membantu kelancaran membaca
Speechify membantu pengguna meningkatkan kelancaran membaca dengan mengubah teks jadi suara. Mereka bisa membaca email, halaman web, file PDF, ebook, dan lainnya.
Saat menggunakan aplikasi, teks dibacakan dengan suara alami. Pengguna bisa mengaktifkan fitur highlight sehingga bagian yang dibaca akan disorot agar mudah diikuti. Ini membantu pengguna belajar bunyi huruf dan sight words sehingga bisa meningkatkan kemampuan membaca.
Pemahaman meningkat
Speechify membantu meningkatkan pemahaman membaca karena membacakan teks saat pengguna membaca. Cara ini memberi rangsangan visual dan audio bersamaan sehingga pemahaman bacaan lebih baik.
Pemahaman bacaan sangat penting untuk keberhasilan di dunia kerja dan akademik. Sebagian besar materi di sekolah berbasis bacaan. Untuk mandiri, harus bisa membaca. Buta huruf berdampak serius pada kesuksesan hidup.
Belajar membaca itu membebaskan. Membantu seseorang belajar membaca adalah hadiah terbaik. Bila kamu memberikan aplikasi Speechify ke orang dengan disleksia atau gangguan belajar lain, kamu membantu membuka kunci penjara buta huruf.
Motivasi membaca meningkat
Saat seseorang makin paham bacaan, mereka jadi lebih ingin membaca. Ketika mengetahui manfaat membaca, mereka makin semangat untuk terus membaca.
Speechify meningkatkan pemahaman baca yang pada gilirannya juga meningkatkan motivasi. Mereka bisa mengikuti teks atau tetap bergerak sambil mendengarkan bacaan. Fleksibilitas ini tidak membatasi pengguna harus membaca tanpa bantuan atau hanya membaca sendiri.
Sebuah keterampilan makin sulit dikuasai jika terus gagal. Kalau terus-menerus kesulitan, motivasi pun makin turun. Speechify mengarahkan pengguna pada materi dan membiarkan mereka mengatur sendiri. Ini membuat mereka menikmati membaca dan jadi pembelajar seumur hidup. Kuncinya ada pada cara penyajian dan pendekatan ke pembelajar.
Langkah selanjutnya: Coba Speechify
Jika kamu atau orang terdekat kesulitan membaca karena disleksia atau gangguan belajar, wajib coba Speechify.
Jangan sampai ketinggalan.
Aplikasi kami kompatibel dengan sebagian besar sistem operasi, perangkat digital, dan browser.
Kamu bisa menyesuaikan aplikasi sesuai kebutuhan belajar, baik ingin suara cepat hanya untuk didengarkan, atau suara lambat agar bisa diikuti sambil membaca.
Coba Speechify gratis hari ini dan rasakan langsung perubahan besar dalam kemampuan membaca, pemahaman, dan daya ingat.
Berdayakan dirimu, berdayakan orang tersayang dengan hadiah membaca dan peningkatan kemampuan membaca.
FAQ
Apa saja aplikasi terbaik untuk disleksia?
Ada banyak aplikasi disleksia yang tersedia di Google Play Store untuk sistem operasi android, termasuk ponsel dan perangkat android. Juga tersedia di App Store Apple untuk ios seperti iPad dan iPhone serta perangkat digital lainnya. Beberapa aplikasi edukasi terbaik antara lain:
- Montessori Words - Membantu anak mengembangkan keterampilan fonetik dengan metode Montessori yang telah terbukti.
- Writing Wizard - Membantu anak belajar menulis huruf dan kata secara langsung saat diucapkan.
- Dyslexia Quest - Anak bermain game untuk belajar kemampuan kognitif seperti kesadaran fonologis, memori kerja, visual, kecepatan memproses, sequencing, dan memori audio.
- Symplex Spelling Phonics - Membantu meningkatkan kesadaran fonemik anak.
Bagaimana cara membantu penderita disleksia membaca?
Ada banyak cara untuk membantu penderita disleksia meningkatkan kemampuan membaca. Mendengarkan audiobook sangat membantu. Dorong mereka mengetik di tablet/komputer daripada menulis tangan. Kartu pengingat sangat efektif dan gunakan pembatas atau penggaris untuk bantu menjaga posisi membaca. Text-to-speech juga alat bantu membaca yang efektif.
Bagaimana membuat teks untuk disleksia jadi lebih mudah dibaca?
Text-to-speech yang ada di aplikasi gratis Speechify akan membacakan teks ke pengguna. Ini teknologi bantu yang didesain untuk membaca teks dengan suara agar pengguna bisa lebih mudah memproses dan/atau tetap bergerak sambil membaca. Tersedia di Play Store maupun iTunes.
Apa yang bisa saya lakukan terkait disleksia?
Disleksia umumnya berlangsung seumur hidup, namun anak, pelajar, maupun orang dewasa dengan disleksia dapat mempelajari keterampilan agar bisa beradaptasi dan berfungsi dengan baik.
Mengatur warna latar layar dapat membantu meningkatkan kontras dan membuat teks lebih mudah dibaca.
Apa cara terbaik membantu penderita disleksia membaca?
Aplikasi seperti Ghotit Real Writer, Omoguru, berbagai kuis, dan lembar kerja (worksheet) dapat membantu meningkatkan literasi. Homeschooler dapat mencoba kurikulum Orton-Gillingham.

