Satu dari lima orang memiliki gangguan belajar. Disleksia adalah salah satu yang paling umum. Kondisi ini memengaruhi kemampuan seseorang untuk membaca, membedakan suara dan fonem, serta menimbulkan berbagai kesulitan membaca lainnya.
Kuesioner, tes standar, dan metode skrining bisa membantu mendiagnosis disleksia. Berikut lima langkah utama yang bisa dipertimbangkan jika Anda atau orang terdekat diduga mengalami gangguan belajar ini.
Masalah apa yang disebabkan disleksia?
Disleksia adalah gangguan belajar yang diketahui menimbulkan banyak masalah:
- Kesulitan membaca kata
- Kesulitan memahami bacaan
- Perkembangan bicara terlambat
- Kurangnya kesadaran fonologis
- Sulit mempelajari kata baru
- Tidak membentuk kata dengan benar (membalik bunyi, bingung kata yang terdengar mirip)
- Kesulitan dekoding dan mengeja
- Sulit membaca kata dengan lantang
- Tidak mencapai kelancaran membaca sesuai harapan
- Susah mengingat sight words
- Kemampuan membaca terganggu
- Percaya diri rendah
- Kebingungan
Tanda-tanda disleksia dapat sangat memengaruhi perilaku anak. Semakin cepat gangguan ini ditemukan, semakin kecil dampak negatifnya terhadap kemampuan anak untuk membaca.
Penting untuk menjalani tes disleksia untuk memastikan kondisi ini, terutama jika ada riwayat di keluarga.
Tes disleksia utama
Berikut ringkasan tes disleksia terkemuka yang dipakai profesional dan guru untuk menguji kemampuan bahasa dan melakukan skrining disleksia.
Tes disleksia Speechify
Speechify adalah perangkat lunak text to speech yang efektif untuk membantu penyandang disleksia dan kesulitan membaca. Speechify juga menyediakan layanan asesmen Disleksia dengan profesional yang terlatih di bidangnya.
Mereka menyediakan dokumen hasil tes resmi, akomodasi untuk ujian dan kelas, serta rencana kerja dan belajar yang dipersonalisasi. Sambil menunggu hasil tes, Anda bisa mencoba fitur gratis Speechify yang banyak digunakan profesional pendidikan khusus untuk membantu penyandang disleksia.
Tes kemampuan fonologis menyeluruh
Tes ini menilai kesadaran fonologis, memori, dan kemampuan proses fonologis yang diperlukan agar bisa lancar membaca. Tersedia dalam bentuk kit cetak maupun digital.
CTOPP menggunakan subtes (isolasi fonem, pengulangan kata tidak bermakna/nonsense, penggabungan kata, elisi), indikator usia dan kelas, serta persentil.
Beberapa manfaat utama dari tes ini adalah:
- Mengidentifikasi kemampuan fonologis
- Menentukan kelemahan dan keunggulan kemampuan proses fonologis
- Memantau kemajuan proses fonologis
- Mengidentifikasi kemampuan mencocokkan bunyi
- Pengenalan kata yang lemah
- Mengumpulkan data untuk riset
Tes ini untuk usia 4 sampai 24 tahun, dan memakan waktu sekitar 40 menit.
Gray Oral Reading Test
Gray Oral Reading Test 5 (GORT-5) adalah salah satu alat ukur kelancaran membaca lisan yang paling umum. Manfaat tes ini antara lain:
- Mengidentifikasi siswa yang perlu bimbingan membaca untuk meningkatkan pemahaman teks
- Mendiagnosis masalah membaca dan gangguan terkait
- Memantau kemajuan sebelum dan sesudah intervensi
- Membandingkan kemampuan individu (kecepatan vs pemahaman baca) untuk menyesuaikan intervensi
Psikolog, diagnostik, dan guru bisa melaksanakan GORT-5. Cocok untuk anak usia 6 hingga 18 tahun. GORT merupakan ukuran objektif perkembangan membaca lisan dan sangat efektif membantu diagnosis kesulitan membaca lisan.
Tes Woodcock-Johnson IV
Woodcock-Johnson IV adalah salah satu tes standar paling komprehensif yang ada. Tes ini cocok untuk terapis wicara-bahasa, neuropsikolog, dan profesional kesehatan lain di bidang psikologi.
Tes ini bisa digunakan untuk anak usia dua tahun, siswa sekolah menengah, serta dewasa hingga usia 90 tahun. Tes ini mengukur kecerdasan umum, kemampuan akademik, kemampuan kognitif tertentu, dan lainnya.
Tes Rapid Automatic Naming
Tes Rapid Automatic Naming menilai kemampuan anak menyebut benda-benda umum dengan cepat. Ini salah satu tes disleksia yang paling mudah dan cepat.
Item tes meliputi warna, angka, huruf, dan benda. Anak dengan masalah membaca biasanya membaca lebih lambat, sehingga tes ini sering dipakai dalam evaluasi membaca menyeluruh.
Penguji disleksia, misalnya, dapat menggunakan tes ini untuk memastikan apakah seseorang kesulitan cepat mengucapkan apa yang dilihat.
Speechify – aplikasi text to speech untuk anak disleksia
Speechify adalah perangkat lunak text to speech yang membantu penyandang disleksia, ADHD, dan gangguan belajar lain. Teknologi text to speech memungkinkan perangkat (komputer, ponsel, tablet) membaca teks di layar.
Ada banyak cara software ini membantu penyandang disleksia:
- Meningkatkan pengenalan kata
- Meningkatkan konsentrasi
- Membantu menyadari dan memperbaiki kesalahan menulis
- Meningkatkan produktivitas
Beberapa fitur andalan Speechify:
- Membaca website, PDF, email, dan dokumen dengan suara mirip manusia
- Mengatur kecepatan baca sesuai kebutuhan
- Fitur pencatatan
- Sinkronisasi konten di semua perangkat (komputer, ponsel, tablet)
Kalau tertarik dengan layanan Speechify dan ingin membantu penyandang disleksia lebih produktif lewat membaca lebih cepat, coba software ini gratis hari ini.
FAQ
Apakah Ctopp mendiagnosis disleksia?
Diagnosis disleksia bukan hanya dari satu tes. Hasil tes Ctopp tidak selalu menunjukkan disleksia. Seseorang bisa saja nilainya sempurna namun tetap disleksia. Skrining lanjutan tetap diperlukan sebelum diagnosis ditegakkan.
Usia berapa paling tepat tes disleksia?
Semakin cepat skrining disleksia, semakin baik. Waktu terbaik untuk diagnosis adalah TK dan kelas 1 SD. Orang tua dan guru paling bisa bertindak di waktu ini untuk mencegah kegagalan belajar membaca.
Apakah tes disleksia online akurat?
Tes disleksia online tidak 100% akurat. Tidak ada tes disleksia yang dijamin akurat. Cara terbaik untuk mendapatkan diagnosis adalah berkonsultasi ke tenaga medis yang bisa menggunakan alat diagnosis lain.
Apa beda tes membaca dan tes disleksia?
Tes membaca hanyalah salah satu prosedur yang dilakukan penguji disleksia untuk mendiagnosis gangguan ini. Tes disleksia mencakup banyak aspek, dan membaca hanya salah satunya.

