Suara AI telah berkembang pesat sejak pertama kali muncul. Namun, beberapa suara sintetis masih terdengar terlalu robotik untuk bisa disangka suara manusia. Jika Anda penasaran apakah ada suara AI yang begitu otentik hingga sulit dibedakan dari manusia, artikel ini jawabannya.
Bagaimana AI meniru suara manusia
Teknologi text to speech bukanlah hal baru. Bertahun-tahun lalu, Stephen Hawking mulai berbicara melalui suara komputer yang memberi gambaran awal teknologi ini. Namun, sekarang kita bukan hanya bisa mengubah teks menjadi suara, tapi juga bertanya dan mendapat jawaban dari suara sintetis yang terdengar seperti manusia.
Pembuatan suara mirip manusia memakai kecerdasan buatan, jaringan neural rumit, dan pembelajaran mendalam untuk menciptakan suara AI. Sederhananya, voice generator memakai algoritma untuk menganalisis dan menyimpan data dari rekaman suara aktor yang kemudian ditiru AI.
Untuk memakai suara-suara siap pakai ini, aplikasi menggunakan teknologi text to speech yang mengubah teks digital jadi audio secara real-time dengan sintesis suara. Banyak software menawarkan suara siap pakai. Platform yang lebih canggih memungkinkan pengguna membuat deepfake suara mereka sendiri, dengan cara memasukkan rekaman suara agar AI bisa menghasilkan suara AI yang sangat mirip.
Proses ini menghasilkan suara pria dan wanita yang terdengar sangat natural. Namun, ada suara yang lebih realistis dari yang lain. Ini karena desainer profesional menggunakan pengubah suara serta efek khusus untuk membuatnya makin mirip suara manusia.
Beberapa suara AI terbaik contohnya Apple Siri, Amazon Alexa, Microsoft Cortana, dan Google Assistant. Perkembangan terbaru dari teknologi AI adalah ChatGPT. Meski asisten suara dan ChatGPT sering dianggap mirip, keduanya berbeda. Asisten AI dirancang untuk menjawab pertanyaan dan tugas sederhana, sedangkan ChatGPT bisa bercakap-cakap dan menyimpan info percakapan sebelumnya untuk jawaban yang lebih mendalam.
Bisakah suara AI persis seperti manusia asli?
Suara AI kini sangat maju hingga sulit dibedakan dengan suara manusia. Menurut para ahli, untuk membedakannya dibutuhkan pengetahuan mendalam tentang mekanisme vokal dan akustik.
Perusahaan kini mengembangkan teknik baru agar suara AI bisa mengekspresikan emosi manusia, termasuk menambah suara napas, tawa, dan dengusan dalam model suara AI. Meski banyak emosi manusia yang belum bisa ditiru AI, teknologi ini sudah berada di jalur yang tepat.
Karena keasliannya, banyak startup memakai AI voice generation untuk karakter gim, asisten digital, dan video korporat. Kemajuan AI juga menembus batas bahasa, memungkinkan kreator podcast dan konten menerjemahkan media sosial mereka ke banyak bahasa dengan suara AI.
Text to speech juga diadaptasi untuk membantu orang dengan disabilitas belajar seperti disleksia. Penyandang gangguan membaca atau penglihatan bisa mendengarkan konten digital dengan suara yang natural. Teknologi AI ini juga populer untuk buat audiobook dari buku fisik segala genre.
Gunakan Speechify untuk voice over seperti manusia
Jika Anda mencari voice generator yang realistis, cobalah Speechify. Dengan text to speech , aplikasi mengubah teks digital menjadi suara AI yang sangat alami. Ada ratusan suara siap pakai dalam 20+ bahasa di Speechify.
Jika ingin membuat suara kustom, Anda bisa mengatur kecepatan, nada, dan volume di platform tersebut. Setelah puas, Anda bisa mengunduh file audio ke komputer dalam format MP3. Speechify kompatibel di PC, Mac, dan aplikasinya bisa diunduh ke Android dan iOS.
Coba Speechify hari ini dan buat narasi suara yang terdengar mirip manusia.
FAQ
Apa suara AI paling natural?
Speechify adalah aplikasi TTS terbaik dengan jutaan pengguna di seluruh dunia. Platform ini memiliki ratusan suara siap pakai, termasuk deepfake selebritas seperti Snoop Dogg dan Gwyneth Paltrow.
Bisakah AI sepenuhnya meniru suara manusia?
Kemajuan teknologi AI kini memungkinkan suara manusia direplikasi. Perkembangan terbaru bahkan mampu meniru emosi dalam suara.
Apa kelebihan dan kekurangan suara AI?
Keunggulan utama suara AI adalah biaya yang lebih rendah dibanding menyewa pengisi suara, serta lebih hemat waktu karena tidak perlu studio dan profesional. Selain itu, sebagian besar aplikasi TTS menyediakan tool editing sesuai kebutuhan pengguna.
Kekurangannya, hanya sedikit aplikasi yang memiliki aksen sesuai wilayah. Selain itu, aplikasi hanya membaca sesuai teks, sementara pengisi suara manusia bisa membuat audio terdengar lebih hidup. Kekurangan terakhir yaitu kualitas suara. Meski beberapa sudah sangat realistis, masih ada suara bernada robot yang beredar.
Apakah ada manusia yang suaranya seperti AI?
Pengisi suara bisa meniru berbagai suara sesuai permintaan, termasuk suara yang mirip AI.
Berapa bahasa yang bisa dikuasai AI?
Teknologi AI bisa diprogram untuk berbicara dalam bahasa apa pun. Di Speechify, ada 20 bahasa berbeda yang siap digunakan.
Berapa biaya untuk membuat suara AI?
Membuat suara AI cukup mahal. Pengembangan software AI suara bisa mencapai $6.000–$300.000. Untuk pengguna, biaya membuat voice over AI bisa sekitar Rp180 ribu–750 ribu per bulan, tergantung platform.

