Dalam beberapa tahun terakhir, teknologi kecerdasan buatan (AI) telah mengubah beragam industri, dari keuangan dan kesehatan sampai pemasaran serta hiburan. Salah satu fenomena menarik di dunia pemasaran digital adalah AI influencer – kepribadian digital buatan komputer yang hadir di media sosial.
AI influencer, atau virtual influencer, adalah sosok digital yang diciptakan menggunakan pembelajaran mesin dan algoritma. Tokoh virtual seperti Lil Miquela atau Shudu ini dirancang untuk berinteraksi dengan pengikut di platform media sosial seperti Instagram dan TikTok, layaknya manusia sungguhan.
Berbeda dengan influencer manusia, AI influencer tidak dibatasi kendala nyata dan bisa terlibat di banyak kampanye sekaligus. Selain itu, konten, gaya, bahkan respons mereka bisa diatur dan dioptimalkan sesuai audiens target, sehingga tingkat interaksinya bisa jauh lebih tinggi.
Bagaimana Influencer Menggunakan AI?
Influencer dan kreator konten memakai alat AI untuk meng-upgrade konten mereka. Misalnya, teknologi AI seperti pemrosesan bahasa alami membantu influencer memahami audiens, menganalisis sentimen, dan menyesuaikan materi. Beberapa influencer menggunakan chatbot seperti ChatGPT untuk komunikasi real-time atau teknologi AI untuk mengedit dan mengkurasi konten.
Apa Saja Manfaat AI Influencer?
AI influencer menawarkan kelebihan unik dibandingkan influencer manusia. Pertama, mereka bisa selalu aktif dalam kampanye tanpa lelah atau butuh istirahat. Kedua, mereka bebas dari kontroversi dunia nyata sehingga citra brand tetap aman. Selain itu, karena buatan komputer, mereka bisa diubah dengan cepat mengikuti kebutuhan atau tren. Brand seperti Calvin Klein, Prada, dan Balmain sudah memakai virtual influencer seperti Lil Miquela dan Shudu.
Apa Itu Pemasaran AI Influencer?
Pemasaran AI influencer adalah strategi memanfaatkan AI influencer untuk mempromosikan produk atau layanan. Pendekatan ini mengandalkan kemampuan AI mengumpulkan dan menganalisis data dalam jumlah besar untuk menghasilkan konten yang dipersonalisasi dan optimal. Kini, banyak startup dan perusahaan besar menggunakan AI influencer sebagai senjata pemasaran yang efektif.
Apa 4 Tipe Influencer?
Influencer dibagi menjadi empat tipe: Mega, Macro, Micro, dan Nano. Mega influencer adalah selebritas global dengan jutaan pengikut, sementara Macro influencer adalah pakar dengan ratusan ribu pengikut. Micro influencer punya audiens lebih niche dan aktif, biasanya puluhan ribu orang, sedangkan Nano influencer memiliki komunitas kecil dan dekat.
AI influencer, meski kategori berbeda, dapat masuk ke tipe mana pun tergantung jumlah pengikutnya. Contohnya, Lil Miquela, virtual influencer 19 tahun ciptaan Brud, punya jutaan pengikut Instagram, sehingga masuk kategori Mega influencer.
Apa Perbedaan Influencer Media Sosial dan AI Influencer?
Perbedaan utama influencer media sosial dan AI influencer ada pada wujudnya. Influencer manusia adalah orang nyata yang berbagi pengalaman pribadi, sedangkan AI influencer adalah entitas virtual tanpa kehadiran fisik. Namun, AI influencer bisa meniru aktivitas manusia, termasuk menyuarakan isu – Miquela Sousa misalnya, pernah terlibat aktivisme seperti gerakan 'Black Lives Matter' dan mengkritik kebijakan Trump.
8 Aplikasi atau Software Teratas untuk Membuat AI Influencer
- Brud: Pencipta Lil Miquela, Brud adalah startup teknologi spesialis CGI influencer.
- Samsung STAR Labs' Neon: Neon menciptakan "manusia virtual" AI dengan kepribadian dan tampilan unik.
- Prisma: Aplikasi AI edit gambar yang memudahkan pembuatan influencer AI visual menarik.
- Synthetic: Platform pembuat AI influencer, dikenal lewat virtual supermodel pertama, Shudu.
- Artbreeder: Alat AI untuk menggabungkan gambar dan membuat wajah unik, cocok bagi pencipta AI influencer.
- DeepArt: Aplikasi yang mengubah foto jadi karya seni pakai teknologi style transfer—berguna menciptakan konten unik untuk influencer AI.
- Loom.ai: Membuat avatar 3D hiper-realistik yang bisa digunakan sebagai AI influencer.
- ChatGPT: Chatbot AI canggih untuk mengelola interaksi AI influencer dengan pengikutnya.
Kehadiran AI influencer menandai era baru dalam pemasaran dan dunia digital. Seiring teknologi AI berkembang, virtual influencer akan makin kreatif dan inovatif di media sosial dan metaverse.

