Menghadapi disleksia bisa sulit, terutama bila baru terasa saat remaja atau dewasa. Namun, jika Anda melihat tanda-tanda kesulitan belajar ini, tetaplah tenang dan hubungi dokter Anda untuk diagnosis. Disleksia bisa ditangani, apalagi sekarang dengan berbagai pilihan teknologi bantu, jadi Anda tak perlu takut produktivitas kerja dan belajar serta rasa percaya diri ikut menurun.
Sambil menunggu penilaian profesional, Anda bisa mencoba beberapa tes mandiri di rumah untuk mengenali jenis kesulitan membaca yang Anda alami, jika ada. Berikut ringkasan bagaimana disleksia didiagnosis dan beberapa ide tes mandiri!
Apa saja tanda umum disleksia?
Definisi disleksia dan masalah yang timbul bisa berbeda pada setiap orang. Beberapa gejala sangat umum sehingga hampir selalu muncul, sementara yang lain bisa samar dan luput dari perhatian. Karena disleksia mencakup spektrum luas, ada kemungkinan gejala Anda justru menandakan masalah lain yang mirip dengan disleksia.
Beberapa gejala disleksia yang paling sering ditemui antara lain:
- Ejaan buruk
- Sulit mengenali kata
- Kemampuan pengolahan bahasa terganggu
- Sering memakai kata tanpa makna
- Kurang kesadaran fonologis
- Kelancaran membaca tidak sesuai jenjang dan masalah membaca lainnya
- Kesulitan mendekode pesan
Bagaimana disleksia memengaruhi kemampuan membaca?
Dilihat dari gejala yang umum, masalah utama pada disleksia adalah hilangnya keterampilan bahasa penting. Disleksia menyebabkan gangguan pemahaman bacaan, rendahnya kemampuan membaca, dan kesulitan mengenali kata, baik tertulis maupun lisan.
Sering kali, disleksia dibayangkan seperti melihat halaman dengan huruf buram atau tidak jelas. Ini gambaran umum tantangan membaca pada disleksia. Namun, orang dengan disleksia juga sering melihat huruf terbalik (misalnya, membaca ture untuk true).
Sebaliknya, sebagian orang melihat huruf dengan jelas jika berdiri sendiri, tetapi kesulitan mengenalinya saat huruf-huruf itu membentuk kata.
Tenaga medis yang membantu disleksia
Disleksia adalah salah satu hambatan belajar paling umum, jadi sebaiknya semua orang terus mencari informasi dan membantu yang membutuhkan. Guru pendidikan khusus dan tenaga kesehatan, khususnya, memegang peran utama dengan melakukan skrining disleksia, subtes, memberi saran remediasi di kelas, membuat angket, dan sebagainya.
Penilaian untuk mendiagnosis disleksia
Seperti apa asesmen disleksia? Biasanya prosesnya cukup panjang. Skrining dilakukan di tempat yang tenang, hanya pasien dan terapis bicara yang hadir. Lingkungan harus minim gangguan agar hasilnya akurat dan pasien bisa fokus dengan tenang.
Detail tes akan disesuaikan dengan kondisi masing-masing. Anak kecil tidak diharapkan bisa mengerjakan tes seperti Wechsler Individual Achievement, Gray Oral Reading Test (Gort-5), atau Towre-2 seperti siswa SMA atau orang dewasa, sehingga penguji akan menyesuaikan tes sesuai kebutuhan pasien.
Namun, tes-tes ini tetap berpijak pada prinsip yang sama, yaitu penguji menilai hal-hal berikut:
- Kemampuan membaca, menulis, dan mengeja sesuai jenjang serta kelancaran yang diharapkan
- Kemampuan motorik seperti tulisan tangan dan kaligrafi
- Kesadaran fonologis, pengenalan sight words, dan keterampilan rima
Penguji akan menganalisis hasil tes Anda, sehingga mungkin butuh waktu sebelum mendapat diagnosis akhir. Sambil menunggu, Anda bisa mencoba tes mandiri untuk mendapat gambaran awal hasil yang dapat diharapkan.
Ada banyak tes skrining daring, baik untuk gangguan pemrosesan bunyi maupun tulisan. Anda juga bisa mengikuti tes standar, misalnya Towre-2, atau Comprehensive Test of Phonological Processing yang tersedia dalam paket lengkap dengan panduan penilaian. Pilihan baik lainnya adalah tes Woodcock-Johnson.
Teknik membantu kesulitan membaca karena disleksia
Jika hasil tes menunjukkan Anda memang mengalami disleksia, Anda perlu menyesuaikan kebiasaan membaca, cara bekerja, dan cara belajar. Cara menghadapi terbaik tentu tergantung kebutuhan Anda, tetapi ada beberapa teknik yang bisa membantu hampir semua orang dengan disleksia.
Langkah paling mudah adalah mengubah cara Anda membaca. Jika metode konvensional kurang efektif, tinggalkan saja. Jika Anda kesulitan dengan media cetak, coba gunakan e-reader atau tablet. Jika sulit memahami tulisan, coba dengarkan audiobook dan materi audio.
Anda juga bisa memakai warna untuk membedakan kata. Membaca tak harus hitam putih. Jika membantu Anda lebih fokus, gunakan font berwarna atau stabilo agar teks lebih mudah dipahami. Cara ini juga bermanfaat untuk pelajar bahasa asing dan siswa yang belajar menghadapi ujian.
Teknologi text to speech
Kami juga sangat menyarankan text to speech (TTS) sebagai salah satu solusi terbaik bagi yang kesulitan membaca. Aplikasi seperti Speechelo, Amazon Polly, dan Google Text to Speech adalah teknologi bantu yang membuat Anda tidak lagi sepenuhnya bergantung pada tulisan.
Salah satu TTS terbaik adalah Speechify. Awalnya dirancang khusus untuk penyandang disleksia, kini juga jadi solusi utama bagi berbagai kesulitan membaca dan kondisi seperti ADHD.
Speechify sangat fleksibel: bisa mengubah apa saja menjadi audiobook. Anda dapat mengimpor file e-book untuk dinarasikan, atau menggunakan teknologi OCR untuk memindai buku fisik lalu mengonversinya ke audio.
Jika Anda khawatir soal kualitas, tenang saja. TTS seperti Speechify menyediakan banyak opsi kustom dan memakai suara AI berkualitas tinggi. Dengan pembelajaran mesin canggih, Speechify membaca fonem secara akurat dalam puluhan bahasa dan aksen.
Coba Speechify sendiri: https://onboarding.speechify.com!

