1. Beranda
  2. Studi Kasus B2C
  3. Kenalan dengan Matt: Pendeta yang Pakai Speechify untuk Produktivitas
Dipublikasikan pada Studi Kasus B2C

Kenalan dengan Matt: Pendeta yang Pakai Speechify untuk Produktivitas

Cliff Weitzman

Cliff Weitzman

CEO/Pendiri Speechify

apple logoApple Design Award 2025
50J+ pengguna

Bagaimana Speechify Membantu Matt Menghemat Ratusan Jam

Matt selalu banyak membaca. Sebagai guru SMA, pendeta, suami, dan ayah tiga anak, ia harus menyeimbangkan tanggung jawab di kerjaan, rumah, serta belajar pribadi. Membaca bukan hanya profesinya, tapi juga hobinya. Karena itu, dia ingin membaca lebih efisien tanpa kehilangan pemahaman atau kesenangan. Studi kasus ini membahas bagaimana Matt menemukan Speechify, cara ia memakainya sehari-hari, dan mengapa aplikasi ini sekarang penting untuk belajar baginya.

Kenalan dengan Matt: Pendeta yang Pakai Speechify

Perkenalan Matt dengan Speechify

Matt mulai gunakan Speechify di bulan Juli setelah mencari aplikasi yang bisa ubah teks cetak jadi audio. Ia yakin pasti ada aplikasi yang bisa scan halaman pakai HP dan AI mengubah teks jadi suara. Sebelum menemukan Speechify, dia coba aplikasi lain, tapi tidak memuaskan. Ada yang minta bayar dulu sebelum benar-benar mencoba, atau tidak punya fitur yang dicari. Setelah seminggu pakai uji coba gratis Speechify, Matt langsung sadar akan manfaatnya dan waktu yang dihemat sepadan dengan biaya berlangganan.

Cara Matt Menggunakan Speechify

Kegunaan utama Speechify bagi Matt adalah scan buku fisik bab per bab dan mendengarkannya sambil mengikuti teks. Banyak buku yang ia baca tidak punya audiobook, jadi fitur scan sangat penting. Matt juga mengimpor buku Kindle ke Speechify, alasan lain ia tetap menggunakan platform ini. 

Karena Matt tipe auditori, dia sering menggunakan Speechify sambil memegang buku fisik. Kombinasi tersebut membuat pemrosesan informasi jadi lebih cepat dan tidak melelahkan. “Saya bisa menandai bukunya karena lebih ringan di otak dan bisa membaca lebih cepat,” katanya. 

Ia juga sudah menemukan kombinasi suara dan kecepatan yang pas. “Simon favoritku. Saya pakai kecepatan 3.3x dengan Simon, jadi bisa selesai lebih cepat, cocok untuk tumpukan bacaan saya.”

Kesan Pertama Matt tentang Speechify

Salah satu kejutan terbesar bagi Matt adalah ternyata Speechify memiliki jauh lebih banyak fitur dari dugaan. Awalnya hanya ingin alat scan dan dengar sederhana, tapi setelah jelajah aplikasinya, ia menemukan fitur yang jauh lebih lengkap.

“Saya tak menyangka ada alat AI-nya. Tidak nyangka bisa buat ringkasan atau skip bagian tertentu,” katanya. “Fitur-fiturnya lebih lengkap dari ekspektasi saya.” 

Itu mengubah pandangannya. Speechify tidak lagi ia lihat sebagai alat satu fungsi, melainkan platform membaca dan belajar dengan nilai tambah besar.

Cara Speechify Membantu Matt Belajar

Speechify tidak hanya membacakan teks untuk Matt. Speechify juga membantu dia belajar dan memahami materi sulit. Ia sangat terbantu dengan fitur ringkasan dan kuis untuk bab-bab menantang, terutama saat mendengarkan cepat.

Saat membaca teks sulit, Matt sering pakai fitur ringkasan untuk mengingatkan poin penting dan melengkapi bagian yang terlewat. Fitur kuis juga membantunya mengukur pemahaman, penting sebagai pembelajar sekaligus guru.

“Kadang ringkasan dibuat jadi poin-poin penting beserta penjelasan di bawahnya, sangat berguna karena sebagian penulis tidak menata buku mereka dengan visual yang jelas,” jelas Matt. 

Fitur Favorit Matt di Speechify

Matt menyukai banyak aspek dari Speechify, namun fitur scan jadi yang paling utama. Ia memperkirakan hampir 90 persen penggunaan aplikasi adalah untuk scan, sisanya impor buku dari Kindle.

Dia juga suka Speechify bisa atur apa yang ingin dibacakan. Karena banyak baca buku akademik dan teologi, sangat berguna untuk skip tanda kurung dan catatan kaki. Kontrol ini membuat proses mendengarkan jadi fokus ke pokok isi, lalu bisa jeda untuk catatan jika perlu.

Dampak Speechify pada Hidup Matt

Bagi Matt, Speechify bukan sekadar aplikasi praktis. Aplikasi ini mengubah cara dia membaca dan belajar. Membaca jadi lebih cepat, menyenangkan, dan sesuai cara belajarnya.

“Saya bilang ke orang, rasanya seperti dapat superpower,” kata Matt. 

Perasaan itu terkait bukan hanya dengan produktivitas, tapi juga kualitas hidup. Menurut aplikasi, Matt telah menghemat ratusan jam, dan waktu itu berarti bisa lebih bersama keluarga dan menjalankan tanggung jawab penting. “Saya punya istri dan tiga anak, dan aplikasi bilang sudah menghemat 346 jam.”

Karena dia belajar lewat audio, Speechify sangat cocok, jauh lebih dari alat baca lainnya. “Speechify meningkatkan pengalaman belajarku dan menambah kecintaanku pada membaca serta belajar.”

Matt sangat menghargai produk ini hingga rutin merekomendasikan ke orang lain dan merasa tidak mau kehilangan Speechify. “Saya bilang ke istri, kalau tahun-tahun berikutnya cuma kasih langganan Speechify di ulang tahun, itu sudah cukup.” 

Kesimpulan

Matt awalnya datang ke Speechify mencari cara sederhana agar teks bisa dibacakan. Yang ia dapat justru pengalaman lebih kaya: platform yang bantu scan buku, impor konten, dengar lebih cepat, memahami materi sulit, dan belajar sesuai kekuatan auditorinya.

Mulai dari fitur scan sampai ringkasan, kuis, dan kontrol mendengarkan yang bisa disesuaikan, Speechify jadi inti cara dia membaca dan belajar. Bahkan menghemat waktu, sehingga lebih banyak waktu bagi keluarga, siswa, jemaat, dan pengembangan pribadinya.

“Saya tidak akan pernah melepas aplikasi ini karena sangat berharga untuk penghematan waktu dan proses belajarku.”

Cerita Matt menunjukkan Speechify bisa lebih dari sekadar membuat efisien. Speechify mengubah membaca jadi lebih mudah, efektif, dan menyenangkan, apalagi bagi yang lebih suka belajar dengan mendengar.

Nikmati suara AI tercanggih, file tanpa batas, dan dukungan 24/7

Coba gratis
tts banner for blog

Bagikan artikel ini

Cliff Weitzman

Cliff Weitzman

CEO/Pendiri Speechify

Cliff Weitzman adalah advokat disleksia, sekaligus CEO dan pendiri Speechify, aplikasi text-to-speech nomor 1 di dunia dengan lebih dari 100.000 ulasan bintang 5 dan peringkat pertama di App Store untuk kategori Berita & Majalah. Pada tahun 2017, Weitzman masuk daftar Forbes 30 Under 30 berkat upayanya membuat internet lebih mudah diakses bagi penyandang disabilitas belajar. Cliff juga pernah tampil di EdSurge, Inc., PC Mag, Entrepreneur, Mashable, dan berbagai media terkemuka lainnya.

speechify logo

Tentang Speechify

#1 Pembaca Teks ke Ucapan

Speechify adalah platform teks ke ucapan terkemuka di dunia, dipercaya oleh lebih dari 50 juta pengguna dan didukung oleh lebih dari 500.000 ulasan bintang lima di berbagai aplikasi teks ke ucapan iOS, Android, Ekstensi Chrome, aplikasi web, dan desktop Mac. Pada tahun 2025, Apple memberikan Speechify penghargaan terhormat Apple Design Award di WWDC, menyebutnya sebagai “sumber penting yang membantu orang menjalani hidup mereka.” Speechify menawarkan 1.000+ suara alami dalam 60+ bahasa dan digunakan di hampir 200 negara. Suara selebriti termasuk Snoop Dogg dan Gwyneth Paltrow. Untuk kreator dan bisnis, Speechify Studio menyediakan alat canggih, termasuk AI Voice Generator, AI Voice Cloning, AI Dubbing, dan AI Voice Changer. Speechify juga menyokong produk-produk terkemuka dengan API teks ke ucapan berkualitas tinggi dan hemat biaya. Telah diliput di The Wall Street Journal, CNBC, Forbes, TechCrunch, dan banyak media besar lainnya, Speechify adalah penyedia teks ke ucapan terbesar di dunia. Kunjungi speechify.com/news, speechify.com/blog, dan speechify.com/press untuk informasi lebih lanjut.