Bekerja dan menjalankan aktivitas sehari-hari bisa sangat sulit, bahkan mustahil, tanpa seperangkat keterampilan tertentu. Keterampilan ini disebut fungsi eksekutif. Mari kita kupas kemampuan ini lebih lanjut.
Penjelasan fungsi eksekutif dan disfungsi eksekutif
Fungsi eksekutif adalah sekumpulan kemampuan mental penting yang digunakan setiap hari saat bekerja, belajar, dan menjalankan aktivitas penting lainnya. Banyak orang menganggap fungsi eksekutif sebagai sistem manajemen otak karena kemampuan ini membuat Anda bisa menetapkan dan menjalankan tujuan. Fungsi eksekutif mencakup tiga bidang utama.
- Memori kerja
- Kontrol inhibisi (pengendalian diri atau regulasi diri)
- Fleksibilitas kognitif (berpikir fleksibel)
Karena melibatkan berbagai area otak, fungsi ini mengatur berbagai keterampilan berikut:
- Memusatkan perhatian
- Perencanaan, organisasi, dan penentuan prioritas
- Mengikuti daftar tugas
- Tetap fokus
- Mengendalikan emosi
- Memantau diri sendiri (melacak kemajuan)
Perkembangan fungsi eksekutif dimulai sejak usia dini dan terus berkembang hingga usia 20-an. Riset neuroscience menunjukkan anak-anak bisa saja tertinggal dari teman sebayanya, tapi biasanya ini akan membaik seiring pertambahan usia. Namun, kesulitan saat kecil bisa berkembang menjadi disfungsi eksekutif jangka panjang. Jika keterampilan di atas terhambat, Anda akan kesulitan fokus, mengikuti instruksi, dan mengelola emosi. Gangguan fungsi eksekutif dapat berdampak di sekolah, kehidupan sehari-hari, dan pekerjaan. Masalah fungsi eksekutif bukan disabilitas belajar atau diagnosis, tapi sering ditemukan pada individu yang berpikir dan belajar dengan cara berbeda. Misalnya, penderita attention deficit hyperactivity disorder (ADHD) sulit mengembangkan keterampilan kognitif utama. Begitu juga dengan disleksia dan autisme. Kondisi ini menghambat perkembangan anak, menyebabkan kesulitan mengambil keputusan, membangun keterampilan sosial, dan mengatur waktu. Gangguan ini bisa menyebabkan masalah belajar, tapi bukan berarti individu yang terdampak kurang cerdas atau malas. Bahkan, mereka bisa punya kemampuan memecahkan masalah lebih baik karena kreativitasnya.
Gejala disfungsi eksekutif
Kesulitan fungsi eksekutif berdampak berbeda pada setiap individu. Proses mental mereka bekerja dengan cara lain, sehingga menimbulkan beberapa kesulitan berikut:
- Sulit memprioritaskan tugas dan merapikan pikiran
- Kesulitan memulai dan menyelesaikan tugas
- Memori jangka pendek terbatas
- Sulit mengikuti langkah atau instruksi
- Manajemen waktu dan multitasking kurang efisien
- Sering kehilangan barang milik sendiri
- Pengelolaan emosi kurang baik
- Mudah panik saat rutinitas/aturan berubah
- Penyebab disfungsi eksekutif
Sudah banyak penelitian tentang penyebab disfungsi eksekutif. Berikut tiga faktor utama:
Masalah genetik
Gangguan fungsi eksekutif biasanya terjadi dalam keluarga. Jika orang tua atau kakek-nenek Anda memiliki masalah ini, Anda pun lebih berisiko mengalaminya.
Perbedaan kimia otak atau perkembangan otak
Peneliti telah mencari akar fungsi eksekutif di otak. Ditemukan, beberapa area otak berkembang lebih lambat pada orang dengan masalah ini. Misalnya, mereka sulit mengontrol emosi dan mengingat informasi karena perkembangan prefrontal cortex yang tertinggal.
Kondisi yang menyertai
Defisit fungsi eksekutif bisa terjadi jika Anda punya kondisi lain yang menyertai. Kondisi ini membuat kinerja otak menurun dan kemampuan eksekutif ikut melemah. Beberapa penyebab dan kondisi umum antara lain:
- Tumor otak (jinak dan ganas)
- Penyakit Alzheimer
- Hipoksia otak (kerusakan otak akibat kurang oksigen)
- Berbagai jenis demensia
- Kejang dan epilepsi
- Cedera otak traumatik, gegar otak, dan cedera kepala lainnya
- Penyakit Huntington
- Infeksi (seperti meningitis atau ensefalitis)
- Stroke
- Sklerosis multipel
- Racun (misalnya, keracunan karbon monoksida)
Cara meningkatkan kemampuan fungsi eksekutif
Ada banyak cara untuk meningkatkan kemampuan fungsi eksekutif Anda dan anak:
- Gunakan visual – Menjadwalkan waktu dengan gambar/warna efektif membantu agar tetap terorganisir dan tidak melupakan tugas.
- Manfaatkan teknologi – Beragam aplikasi pelacak progres mengingatkan tujuan dan mengawasi progres saat Anda mencatat pencapaian. Sangat berguna untuk anak-anak, misalnya memberi tahu kapan harus mengerjakan PR, belajar, atau menyiapkan tas.
- Berimprovisasi – Improvisasi bagus untuk kognisi. Kegiatan seperti teater, dansa, dan jazz menumbuhkan kreativitas dan melatih kemampuan beradaptasi secara spontan terhadap berbagai perubahan.
- Gunakan sticky notes – Bantu memori kerja dengan menaruh info penting secara visual di notes, kartu, daftar, atau jurnal agar informasi mudah terlihat dan fungsi eksekutif terpicu.
- Pakai sistem hadiah – Menyelesaikan tugas susah bisa jadi tantangan besar bagi yang kesulitan fungsi eksekutif. Sistem hadiah dapat memotivasi diri atau anak untuk tetap semangat menjalankan tugas.
- Anggap deadline sebagai dorongan – Lihat tenggat waktu sebagai motivasi agar tetap bergerak dan fokus pada tugas paling penting tanpa terdistraksi hal lain.
- Ambil jeda – Latihan mental dan fisik membuat lelah. Anda bisa kehabisan energi fungsi eksekutif jika terlalu lama bekerja atau ujian. Jadi, ambil jeda saat menjalani aktivitas penuh stres untuk memulihkan tenaga.
Asah fungsi eksekutif dengan aplikasi Speechify text to speech
Mengatasi disfungsi eksekutif memang tidak mudah, tapi Anda tidak sendirian. Ada banyak alat yang bisa membantu perjalanan Anda, seperti Speechify. Platform text to speech (TTS) ini efektif untuk membantu berbagai masalah fungsi eksekutif. Tersedia suara HD natural sehingga pengalaman mendengarkan jadi lebih menyenangkan. Anda bisa mendengar bacaan dalam lebih dari 60 bahasa. Baik membaca PDF maupun file Docs, semuanya dapat diubah menjadi suara yang praktis. Cocok juga untuk anak yang kesulitan fokus baca teks; Speechify menyorot kata-kata sambil membacakannya, sehingga anak lebih mudah berkonsentrasi. Anda bisa langsung coba sendiri Speechify. Alat produktivitas ini sangat bermanfaat untuk kesehatan mental Anda.
FAQ
Apa itu fungsi eksekutif pada ADHD?
Orang dengan ADHD cenderung memiliki fungsi eksekutif yang terbatas. Sering kali, mereka bertindak impulsif karena sulit mengendalikan emosi.
Apa dampak kekurangan fungsi eksekutif?
Kebanyakan orang dengan disfungsi eksekutif sulit membuat jadwal, fokus pada tugas, dan mengatur pikiran. Kontrol emosi mereka juga sering bermasalah.
Apa tiga fungsi eksekutif utama?
Tiga fungsi eksekutif utama adalah memori kerja, pengendalian diri, dan berpikir fleksibel.

