1. Beranda
  2. Produktivitas
  3. Ubah artikel jadi audio: 7 alasan teratas
Dipublikasikan pada Produktivitas

Ubah artikel jadi audio: 7 alasan teratas

Tyler Weitzman

Tyler Weitzman

MS Ilmu Komputer Stanford, Advokat Disleksia & Aksesibilitas, CEO/Pendiri Speechify

apple logoApple Design Award 2025
50J+ pengguna

Jangan salah: di internet, konten tetap raja. Namun beberapa tahun terakhir, cara kita memandang "konten" berubah dengan menarik.

Salah satunya terkait munculnya podcast. Menurut studi terbaru, sekitar 60% orang di AS berusia di atas 12 tahun mendengarkan podcast sehari-hari. Mereka tak selalu punya waktu atau keinginan mendapat info secara "lama", hanya lewat teks. Mereka beralih ke konten audio dan jumlahnya terus bertambah.

Ini strategi sukses, utamanya bagi perusahaan besar seperti WebMD dan ESPN - organisasi sebesar itu sangat cocok. Tapi kalau tim konten mereka sudah habis waktu untuk riset kata kunci dan tugas lain, menulis artikel berkualitas? Tak ada waktu/budget ekstra buat bikin podcast dari setiap artikel. Hampir tak mungkin.

Tapi, dalam hitungan menit, kamu bisa ubah banyak artikel jadi audio.

Bisnis kecil dan brand besar kini ikut tren ini. Ada banyak manfaat utama yang sayang kalau dilewatkan. 

Berikut 7 alasan utama ubah artikel jadi audio

1. Bisa Menjangkau Audiens Baru

Alasan terpenting mengubah artikel jadi audio adalah membuka akses ke audiens baru - mereka yang punya gangguan penglihatan dan sulit atau bahkan mustahil membaca teks.

Menurut studi WHO, ada minimal 285 juta orang di dunia dengan gangguan penglihatan, 39 juta di antaranya buta total dan tak bisa akses informasi visual sama sekali.

Dengan mengubah artikel ke audio, kamu memberi kesempatan mereka untuk menikmati dan berinteraksi dengan kontenmu. Ini langkah penting untuk inklusif - memperbaiki pengalaman pengguna, baik untuk artikel maupun brand-mu.

2. Memberi Lebih Banyak Opsi untuk Konsumsi Konten

Mengubah teks ke audio memberi lebih banyak pilihan bagaimana dan di mana orang menikmati kontenmu.

Tak semua orang punya waktu pagi duduk santai minum kopi sambil baca situs favorit. Ada yang lebih suka podcast di perjalanan atau saat olahraga. Artikel audio membantu memberi opsi interaksi lebih fleksibel dengan brand-mu.

Banyak media besar sudah menerapkan ini. Seperti CNN dengan konten audio, New York Times dengan podcast "The Daily", paham bahwa kebiasaan membaca masyarakat berubah drastis dekade terakhir. Ubah artikel ke audio berkualitas adalah cara cerdas memanfaatkan perubahan itu.

3. Peluang Meningkatkan SEO

SEO atau search engine optimization adalah posisi situsmu di Google dan mesin pencari. Mayoritas orang menemukan kontenmu pertama kali lewat Google, itulah kenapa SEO sangat penting.

Jika artikel audionya bermanfaat, orang lebih mungkin mendengarkan sampai habis daripada baca artikel blog. Ini tetap berlaku walau blog dan audio sampaikan info yang sama.

Artinya, bukan hanya engagement meningkat, tapi orang juga makin sering merekomendasikan ke yang lain. Hasilnya, traffic bertambah dan SEO ikut terdongkrak. 

4. Dengan Mengubah Artikel Jadi Audio, Peluang Tambah Pendapatan Iklan

Konversi artikel ke audio bagus untuk menambah pendapatan iklan, atau bahkan membuka sumber pendapatan baru.

Contohnya: penempatan iklan audio. Mayoritas orang mengabaikan banner dan pop-up, apalagi di artikel berbasis teks. Dengan audio berkualitas, kamu bisa sisipkan iklan di awal, akhir, atau tengah sesukamu.

Seiring bertambahnya konten, kamu bisa bereksperimen dengan model langganan. Konten baru tetap gratis, tapi versi audio bisa dikunci. Langganan bulanan akses semua koleksi atau bayar per artikel. Ini menambah peluang pendapatan, terutama bagi UKM. 

5. Kontenmu Bisa Didengar di Mana Saja

Tanpa audio, audiens harus akses komputer, ponsel, atau tablet untuk membaca—juga perlu waktu senggang di jadwal sibuk mereka.

Lewat artikel audio, kamu bisa ubah konten apa pun jadi podcast—pendengar bisa menyimaknya saat olahraga, mengurus rumah, berbelanja, dan sebagainya. Kamu bahkan bisa mengeditnya di Wepik untuk membangun brand dan tingkatkan loyalitas. Masukkan logo di awal/akhir episode, sertakan call-to-action agar audiens mengunjungi situs atau medsosmu.

Lihat tombol "Dengarkan cerita ini" di atas? Banyak pembaca kami menikmati blog ini sambil olahraga, jalan dengan anjing, hiking, belanja, atau saat perjalanan ke tempat kerja.

Kamu juga bisa coba.

6. Lebih Mudah Dari yang Kamu Kira

Salah satu alasan terbaik mengubah artikel ke audio adalah betapa mudahnya proses ini, jauh lebih gampang dari yang dibayangkan banyak orang.

Banyak alat konversi artikel ke audio di luar sana. Speechify misalnya, cepat, efisien, dan akurat. Mudah diintegrasikan hanya dengan lima baris kode. Terbukti ampuh meningkatkan retensi dan engagement. Juga didukung API dengan kualitas suara terbaik Speechify, suara natural. Bahkan bisa membaca konten dalam lebih dari 20 bahasa.

Melihat betapa mudah dan murahnya proses ini, juga banyak manfaat lain di atas, tidak ada alasan hanya mengandalkan konten berbasis teks. 

7. Lebih Hemat dari yang Kamu Kira

Perusahaan besar dan bisnis kecil akan diuntungkan karena mengubah artikel jadi audio jauh lebih murah dari yang diperkirakan. Dengan investasi kecil dan segudang manfaat—baik menjangkau lebih banyak, lebih loyal, atau audiens baru dan pendapatan iklan tambahan, keuntungannya jauh melebihi biaya awal.

Hal paling penting: konten audio benar-benar adalah masa depan. 

Orang kini punya smart speaker, jadi mereka bisa mengakses info lewat audio, bukan hanya teks. Artikel blog tetap ada untuk yang butuh, tapi mengubah tulisan jadi audio berkualitas bukan hanya meningkatkan engagement dan SEO—namun juga tingkatkan retensi pelanggan. Itu mungkin manfaat terbesarnya. 

Ubah artikel jadi audio. Prosesnya cuma beberapa menit.  Jadwalkan 15 menit untuk bicara dengan kami.

Nikmati suara AI tercanggih, file tanpa batas, dan dukungan 24/7

Coba gratis
tts banner for blog

Bagikan artikel ini

Tyler Weitzman

Tyler Weitzman

MS Ilmu Komputer Stanford, Advokat Disleksia & Aksesibilitas, CEO/Pendiri Speechify

Tyler Weitzman adalah Co-Founder, Kepala AI, dan Presiden Speechify, aplikasi text-to-speech #1 di dunia dengan 100.000+ ulasan bintang 5. Ia lulus dari Stanford dengan gelar BS Matematika dan MS Ilmu Komputer jalur AI. Ia terpilih sebagai salah satu Top 50 Entrepreneur versi Inc. Magazine, dan pernah diliput di Business Insider, TechCrunch, LifeHacker, CBS, dan lainnya. Riset S2-nya berfokus pada AI & text-to-speech, dengan makalah akhir berjudul: “CloneBot: Personalized Dialogue-Response Predictions.”

speechify logo

Tentang Speechify

#1 Pembaca Teks ke Ucapan

Speechify adalah platform teks ke ucapan terkemuka di dunia, dipercaya oleh lebih dari 50 juta pengguna dan didukung oleh lebih dari 500.000 ulasan bintang lima di berbagai aplikasi teks ke ucapan iOS, Android, Ekstensi Chrome, aplikasi web, dan desktop Mac. Pada tahun 2025, Apple memberikan Speechify penghargaan terhormat Apple Design Award di WWDC, menyebutnya sebagai “sumber penting yang membantu orang menjalani hidup mereka.” Speechify menawarkan 1.000+ suara alami dalam 60+ bahasa dan digunakan di hampir 200 negara. Suara selebriti termasuk Snoop Dogg dan Gwyneth Paltrow. Untuk kreator dan bisnis, Speechify Studio menyediakan alat canggih, termasuk AI Voice Generator, AI Voice Cloning, AI Dubbing, dan AI Voice Changer. Speechify juga menyokong produk-produk terkemuka dengan API teks ke ucapan berkualitas tinggi dan hemat biaya. Telah diliput di The Wall Street Journal, CNBC, Forbes, TechCrunch, dan banyak media besar lainnya, Speechify adalah penyedia teks ke ucapan terbesar di dunia. Kunjungi speechify.com/news, speechify.com/blog, dan speechify.com/press untuk informasi lebih lanjut.